:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2264038/original/089669100_1530303046-DdU0lqLW0AMnWPR.jpg)
Trippier dulu pernah menimba ilmu di akademi tim Manchester City. Di sana ia mengasah kemampuannya dengan salah satu staf pelatih City bernama Steve Eyre.
"Umpan-umpan saya adalah sesuatu yang selalu saya asah," tambahnya.
“Saya dan Steve Eyre pelatih di Manchester City sering tetap betahan di lapangan dalam waktu lama, setelah lebih atau kurang setiap sesi latihan. Anda selalu dapat memperbaiki segalanya, dan umpan silan adalah hal yang benar-benar ingin saya asah," tegasnya.
“Ada banyak ruang untuk perbaikan untuk semua orang, tidak peduli siapa Anda, jadi itulah yang saya lakukan dengan serius: berlatih. Secara harfiah hampir setiap hari setelah latihan, kami terbiasa untuk tetap berada di lapangan dan berlatih dan terus berlatih,” tandasnya.
Di Piala Dunia ini, Southgate memutuskan untuk menggunakan skema yang berbeda dibanding yang digunakan manajer-manajer sebelumnya. Ia memilih menggunakan formasi 3-5-2.
Bagi Trippier, formasi ini sangat pas baginya. Sebab dengan demikian ia bisa lebih leluasa bergerak sebagai seorang bek sayap kanan.
"Formasi ini sempurna untuk saya," kata Trippier.
“Saya bisa maju sebanyak yang saya bisa dan mencoba untuk memberikan umpan silang dan membantu tim saya sebanyak yang saya bisa. Jika saya berhasil membantu mereka, saya senang," serunya.
Sumber Bola.net
https://www.liputan6.com/bola/read/3581389/rahasia-bek-inggris-jago-tendangan-bebas
No comments:
Post a Comment